Halo, teman-teman Prodi PS Universitas Gunungkidul! Apa kabar? Semoga kalian semua sehat dan semangat dalam menjalani perkuliahan ya. Kali ini saya ingin berbicara dengan kalian tentang salah satu kegiatan yang sering kita lakukan di kampus Prodi PS Universitas Gunungkidul, yaitu obrolan santai. Mungkin kalian berpikir, apa sih pentingnya obrolan santai itu? Bukankah itu hanya sekedar mengisi waktu luang dan mengobrol hal-hal yang tidak penting? Apa hubungannya dengan belajar dan menciptakan pengetahuan?
Teman-teman, saya ingin mengajak kalian untuk melihat obrolan santai dari sudut pandang teori belajar konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme adalah teori belajar yang menekankan pada proses pembentukan pengetahuan oleh peserta didik secara aktif berdasarkan pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungan. Teori belajar konstruktivisme menganggap bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang ditransfer dari guru ke murid, melainkan sesuatu yang dibangun oleh murid sendiri melalui proses konstruksi mental. Teori belajar konstruktivisme dipelopori oleh Jean Piaget (1896-1980), seorang psikolog asal Swiss yang terkenal dengan teorinya tentang perkembangan kognitif anak.
Dari sudut pandang teori belajar konstruktivisme, obrolan santai di Prodi PS Universitas Gunungkidul adalah salah satu proses belajar dan menciptakan pengetahuan yang efektif dan menyenangkan. Mengapa demikian? Mari kita simak penjelasannya.
Obrolan santai adalah proses belajar karena kita bisa mendapatkan informasi, pengetahuan, dan wawasan baru dari teman-teman kita yang mungkin memiliki latar belakang, minat, atau pengalaman yang berbeda dengan kita. Misalnya, kita bisa belajar tentang topik-topik terkini yang sedang hangat dibicarakan di media sosial, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, hiburan, dan lain-lain. Kita bisa mendengarkan pendapat atau sudut pandang teman-teman kita tentang topik-topik tersebut dan membandingkannya dengan pemikiran kita sendiri. Kita bisa bertanya, berdiskusi, atau berdebat dengan sopan dan saling menghormati. Kita bisa menambah pengetahuan kita tentang hal-hal yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.
Obrolan santai juga adalah proses menciptakan pengetahuan karena kita bisa berbagi ide, gagasan, atau solusi tentang masalah-masalah yang kita hadapi atau temui di kampus atau di luar kampus. Misalnya, kita bisa berbagi tips dan trik tentang cara mengerjakan tugas kuliah, cara mempersiapkan presentasi, cara menghadapi ujian, cara mengatur waktu dan keuangan, cara mengatasi stres atau galau, cara menjalin hubungan dengan dosen atau teman sekelas, dan lain-lain. Kita bisa memberikan saran, masukan, atau dukungan kepada teman-teman kita yang membutuhkan. Kita bisa menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber dan menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa obrolan santai itu sesuai dengan prinsip-prinsip teori belajar konstruktivisme, yaitu:
1. Belajar adalah proses aktif yang melibatkan konstruksi mental oleh peserta didik.
2. Belajar dipengaruhi oleh pengalaman dan interaksi sebelumnya dengan lingkungan.
3. Belajar terjadi dalam konteks sosial dan budaya yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik.
4. Belajar memerlukan bimbingan dan fasilitasi dari dosen atau orang lain yang lebih berpengalaman.
Oleh karena itu, saya mengajak kalian semua untuk tidak menyia-nyiakan waktu luang di kampus Prodi PS Universitas Gunungkidul. Mari kita manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan obrolan santai yang bermakna dan berdampak. Mari kita belajar dan menciptakan pengetahuan bersama-sama melalui obrolan santai dengan menggunakan teori belajar konstruktivisme. Ayo ngobrol santai sambil menunggu dosen untuk sukses di masa depan!
