Praktikum Penelitian Kualitatif Mahasiswa Prodi PS UGK: Eksplorasi Tantangan dan Best Practices Pelayanan Lansia di Desa Ngoro-oro

Pelayanan lansia adalah salah satu aspek penting dalam pembangunan sosial. Pelayanan lansia tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan dan kualitas hidup lansia, tetapi juga dengan penghargaan dan penghormatan terhadap kontribusi mereka bagi masyarakat. Pelayanan lansia harus memperhatikan kebutuhan, harapan, hak, dan potensi lansia sebagai subjek dan agen pembangunan.

Untuk memahami tantangan dan best practices pelayanan lansia di Desa Ngoro-Oro, mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial Universitas Gunung Kidul (Prodi PS UGK) melakukan praktikum penelitian kualitatif di dusun tersebut. Praktikum ini merupakan sinergi antara Prodi PS UGK dengan Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat di Desa Ngoro-oro.


Dalam praktikum ini, mahasiswa menerapkan pendekatan penelitian kualitatif yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumen, dan focus group discussion (FGD).

Penelitian kualitatif adalah salah satu metode yang digunakan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dan holistik. Penelitian kualitatif tidak hanya menggali data, tetapi juga menafsirkan makna dan konteks yang terkandung di dalamnya. Penelitian kualitatif membutuhkan keterampilan yang tinggi dalam mengobservasi, mewawancara, merekam, menganalisis, dan menyajikan data.

Mahasiswa mengobservasi kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh lansia di Desa Ngoro-oro, seperti berkebun, bermain musik, berolahraga, belajar membaca, dan lain-lain. Mahasiswa juga mewawancarai lansia, aparat pemerintah desa, tokoh masyarakat, keluarga, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengetahui persepsi, pengalaman, dan aspirasi mereka terkait pelayanan lansia. Mahasiswa juga mengkaji dokumen-dokumen yang relevan dengan pelayanan lansia, seperti data statistik, kebijakan, program, dan laporan. Mahasiswa juga melakukan FGD dengan lansia dan stakeholder lainnya untuk mendiskusikan temuan-temuan penelitian dan memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan.

Hasil praktikum ini menunjukkan bahwa pelayanan lansia di dusun ngoro-oro memiliki beberapa tantangan dan best practices. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah kurangnya akses ke fasilitas kesehatan, rendahnya pendapatan ekonomi, minimnya kesempatan pendidikan, terbatasnya sarana prasarana lingkungan, dan lemahnya partisipasi sosial. Beberapa best practices yang ditemukan antara lain adalah adanya kegiatan-kegiatan yang mengembangkan potensi lansia, seperti kelompok seni budaya, kelompok olahraga, kelompok belajar membaca, dan lain-lain; adanya dukungan dari pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam memberikan bantuan dan fasilitas bagi lansia; adanya hubungan yang harmonis antara lansia dengan keluarga dan masyarakat; adanya sikap yang menghargai dan menghormati lansia sebagai sumber pengetahuan dan pengalaman.

Praktikum ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Bagi mahasiswa, praktikum ini meningkatkan keterampilan mereka dalam melakukan penelitian kualitatif yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah sosial berbasis potensi masyarakat. Bagi lansia, praktikum ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyuarakan kebutuhan, harapan, hak, dan potensi mereka sebagai subjek dan agen pembangunan. Bagi pemerintah desa dan kelompok masyarakat, praktikum ini memberikan masukan-masukan yang berguna untuk meningkatkan pelayanan lansia di Desa Ngoro-oro.

Praktikum ini juga memperkuat sinergi antara Prodi PS UGK dan mahasiswa dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat di desa Ngoro-oro. Sinergi ini dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk mewujudkan pembangunan sosial yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *