Penduduk dunia terus bertambah. Menurut proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penduduk bumi akan mencapai delapan miliar pada 15 November 2022. Pertumbuhan penduduk yang pesat ini menimbulkan berbagai tantangan dan peluang bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menghadapi trend penduduk adalah hak dan suara perempuan. Perempuan merupakan setengah dari jumlah penduduk dunia, namun seringkali mengalami diskriminasi, marginalisasi, dan kekerasan dalam berbagai bidang kehidupan. Perempuan juga memiliki peran kunci dalam isu reproduksi, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Oleh karena itu, memastikan bahwa perempuan memiliki hak penuh atas tubuhnya, hidupnya, dan masa depannya adalah salah satu syarat untuk mencapai ketahanan demografi. Ketahanan demografi adalah kemampuan suatu negara atau wilayah untuk mengelola sumber daya manusia dan alamnya secara optimal dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan penduduk.
Ibu Heri Roh Pujiati, S. Sos., M.Si., Dosen Program Studi Pembangunan Sosial Universitas Gunung Kidul ikut sebagai peserta pembelajar dalam acara Seminar Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2023 yang bertema “Penduduk 8 Miliar: Memahami Trend Penduduk untuk Melindungi Hak dan Suara Perempuan Menuju Ketahanan Demografi”.
Aspek yang ingin diperdalam oleh Ibu Heri Roh Pujiati, S. Sos., M.Si. yang terkait dengan Studi Pembangunan Sosial adalah:
– Memahami informasi dan data terkini tentang trend penduduk dunia dan Indonesia serta dampaknya terhadap pembangunan sosial.
– Memahami pentingnya hak reproduksi perempuan sebagai salah satu faktor penentu ketahanan demografi.
– Memahami strategi mendorong partisipasi dan advokasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan isu penduduk dan pembangunan sosial.
– Memahami strategi pengembangan jejaring kerjasama antara akademisi, praktisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, pro-poor, pro-jobs, pro-environment, dan pro-growth.
