Universitas Gunung Kidul (UGK) telah melaksanakan Program Detasering sejak 1 Agustus hingga 16 September 2023. Program ini merupakan inisiatif dari Direktorat Sumber Daya Kemdikbud untuk meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi di Indonesia melalui kerjasama antara dosen pakar dan ahli dari perguruan tinggi terkemuka dengan perguruan tinggi lain yang membutuhkan bimbingan dan pengajaran.

Program Detasering yang diikuti oleh UGK memiliki tema “Peningkatan Tata Kelola Perguruan Tinggi menuju Universitas Gunung Kidul yang Unggul dan Berdaya Saing”. Tema ini sangat relevan dengan visi dan misi Prodi Pembangunan Sosial, yaitu menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan dari lima (5) Prodi di UGK, termasuk Prodi Pembangunan Sosial, turut serta dalam program ini.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Program Detasering adalah:
1. Pengembangan dan Pemutakhiran Kurikulum tiap Prodi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pembangunan sosial saat ini.
2. Penyusunan Bahan Ajar dan Praktika Pembelajaran Daring yang menarik, interaktif, dan efektif.
3. Sosialisasi dan Penyiapan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan minatnya di luar kelas.
4. Lokakarya Penyusunan Draft RENSTRA dan RENOP UGK yang mencerminkan arah dan strategi pengembangan perguruan tinggi dalam jangka panjang.
5. Pelatihan Penyusunan Prosedur Pengelolaan Administrasi Akademik Berbasis ICT yang meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas proses akademik.
Program Detasering ini memberikan dampak positif bagi UGK, khususnya Prodi Pembangunan Sosial, di antaranya:
1. Meningkatkan kualitas Tridharma Prodi Pembangunan Sosial, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
2. Mendorong UGK untuk cacth-up kualitas perguruan tinggi terbaik, baik PTN maupun PTS, sehingga dapat bersaing dalam dunia pendidikan tinggi.
3. Mempercepat transformasi UGK dalam mencapai tujuan dan indikator kinerja utama yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek, seperti akreditasi, ranking, luaran penelitian, dan lain-lain.
4. Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan dosen melalui peningkatan kualifikasi akademik, publikasi ilmiah, dan insentif yang sesuai dengan beban kerja.
5. Meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa melalui pembelajaran yang berkualitas, bimbingan akademik, dan kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan yang beragam.
6. Meningkatkan kerjasama dan jejaring antar perguruan tinggi untuk saling berbagi sumber daya, informasi, dan pengalaman dalam bidang pembangunan sosial.
Tenaga Ahli yang mendampingi UGK pada Program Detasering ini adalah Prof. Dr. Ir. Ketut Sukiyono, M.Ec. dari Universitas Bengkulu. Beliau merupakan pakar di bidang ekonomi pembangunan yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan perguruan tinggi. Fasilitasi yang disampaikan beliau sangat bermanfaat bagi dosen dan tendik UGK. Praktek-praktek baik dalam pengelolaan universitas yang disampaikan beliau sangat realistis dan dapat disesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi oleh UGK.
Kami seluruh sivitas akademika Prodi Pembangunan Sosial mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Direktorat Sumber Daya Kemdikbud dan Prof. Dr. Ir. Ketut Sukiyono, M.Ec. Semangat perubahan yang “ditanamkan” di lingkungan UGK akan membawa upaya perbaikan yang berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika. Terimakasih
