Kemiskinan adalah salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Ada dua jenis indeks dalam analisis kemiskinan yang relatif jarang dieksplorasi, yaitu: indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) dan indeks keparahan kemiskinan (Proverty Severity Index-P2).
Indeks kedalaman kemiskinan (P1) adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai P1, maka semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.
Indeks keparahan kemiskinan (P2) adalah ukuran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai P2, maka semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Untuk lebih memahami cara menghitung indeks-indeks tersebut, kita akan menggunakan data dummy untuk dua daerah dengan jumlah penduduk masing-masing 5 orang. Kita misalkan juga bahwa garis kemiskinan di kedua daerah tersebut adalah sama, yaitu: Rp 500.000 per bulan.

Untuk menghitung P1, kita cukup menjumlahkan kesenjangan terhadap garis kemiskinan untuk setiap penduduk miskin, lalu membaginya dengan jumlah penduduk dan garis kemiskinan.
P1 (Daerah A) = (200.000 + 100.000 + 50.000) / (5 x Rp500,00) = Rp70,00. Sedangkan P1 (Daerah B) = (300,00 +250,00 +200,00 +150,00 +100,00) / (5 x Rp500,00) = Rp200,00
Untuk menghitung P2, kita menjumlahkan kuadrat kesenjangan untuk setiap penduduk miskin, lalu membaginya dengan jumlah penduduk dan kuadrat garis kemiskinan.
P2 (Daerah A) = (40 juta +10 juta +2,5 juta) / (5 x Rp500 juta) = Rp0,02. Sedangkan P2 (Daerah B) = (90 juta +62,5 juta +40 juta +22,5 juta +10 juta) / (5 x Rp500 juta) = Rp0,45
Dari hasil perhitungan itu, kita dapat melihat bahwa daerah B memiliki nilai indeks yang lebih tinggi daripada daerah A untuk P1 dan P2. Hal ini menunjukkan bahwa daerah B memiliki rata-rata kesenjangan pengeluaran yang lebih besar dan penyebaran pengeluaran yang lebih tidak merata di antara penduduk miskin daripada daerah A.
Indeks-indeks ini dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kemiskinan antar daerah atau antar waktu. Dengan mengetahui indeks-indeks ini, kita dapat mengetahui seberapa dalam dan seberapa parah kemiskinan yang dialami oleh penduduk miskin di suatu daerah. Selain itu, kita juga dapat mengetahui seberapa efektif kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan di suatu daerah.
