Praktek Kewirausahaan Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial Universitas Gunung Kidul

Secara sederhana, kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses menciptakan nilai tambah. Wirausahawan memiliki sikap: tak pernah berhenti belajar, pantang menyerah, mempunyai rasa percaya diri, berfokus pada proses dan hasil, berani mengambil risiko, memiliki jiwa kepemimpinan, inovatif dan kreatif serta memiliki orientasi ke depan.

Sikap kewirausahaan itu juga sangat penting bagi mahasiswa Prodi pembangunan Sosial, khususnya saat mengabdikan dirinya bagi peningkatan keberdayaan masyarakat. Mahasiswa akan menjadi terbiasa melihat assets di setiap kondisi kekurangan agar dapat dimobilisasi sebagai basis pembangunan masyarakat.

Pada masa liburan menjelang Idul Fitri 2023 (1444 H), mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial UGK, dipandu oleh dosen pengampu, ibu Galih Nugraheni, S.Pd., M.Pd, melaksanakan praktek kewirausahaan. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam praktek kewirausahaan itu akan dapat meningkatkan keyakinan mahasiswa bahwa:

  • Setiap kelompok masyarakat  memiliki assets, baik dalam bentuk aset fisik (misalnya, fasilitas, lahan), aset manusia (keterampilan, pengetahuan, pengalaman), atau aset sosial (hubungan, jaringan, solidaritas).
  • Kita perlu mengubah paradigma tentang masyarakat, menjadi lebih fokus pengembangan kekuatan dan potensi daripada hanya melihat mereka sebagai penerima bantuan.
  • Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat sangat penting karena masyarakat itulah yang memiliki pengetahuan lokal dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan potensi mereka sendiri, sehingga mereka harus terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.  
  • Kolaborasi dan kemitraan sangat penting dalam mencapai perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini memungkinkan peningkatan akses terhadap sumber daya dan penyelesaian masalah yang lebih holistik.
  • Pembangunan harus dilihat sebagai proses yang berkelanjutan. Karena itu perlu penguatan kapasitas masyarakat dalam mengatasi masalah dan memanfaatkan peluang yang muncul seiring waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *