Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial adalah mereka yang memiliki minat dan potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sama dalam menghadapi tantangan dan peluang di bidang studinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kompetensi dan karakteristik mahasiswa, seperti latar belakang, motivasi, pengalaman, dan lingkungan.

Salah satu cara untuk mengenali dan mengembangkan diri sebagai mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial (PS) Universitas Gunung Kidul (UGK) adalah dengan menggunakan model Johari Window. Model ini adalah alat bantu untuk memahami diri sendiri dan orang lain melalui interaksi antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Model ini dibagi menjadi empat kuadran, yaitu:
– Kuadran 1: Pada kategori ini, ada 2 jenis mahasiswa, yaitu mahasiswa A dan B.
A. Mahasiswa Inovator (P↗, K↘, S↗): memiliki pengetahuan tinggi, tapi ketrampilan rendah, namun bersikap positif. Perkiraan sikap positif yang harus dimiliki adalah: Antusias, kreatif, berinisiatif, mau belajar, terbuka terhadap umpan balik.
B. Mahasiswa Kritikus (P↗, K↘, S↘): memiliki pengetahuan tinggi tapi keterampilan rendah dan bersikap negatif. Perkiraan sikap negatif yang mungkin dimilikinya adalah: Sinis, pesimis, arogan, tidak kooperatif, menolak perubahan.
– Kuadran 2: Ahli. Pada kategori ini, ada 2 jenis mahasiswa, yaitu mahasiswa C dan D.
C. Mahasiswa Ahli (P↗, K↗, S↗): memiliki pengetahuan tinggi, keterampilan tinggi dan bersikap positif. Perkiraan sikap positif yang harus dimiliki adalah: Kompeten, profesional, berdedikasi, mendukung, adaptif.
D. Mahasiswa Ahli tapi sedang Sinis (P↗, K↗, S↘): yang memiliki pengetahuan tinggi, keterampilan tinggi dan bersikap negatif. Perkiraan sikap negatif yang mungkin dimilikinya adalah: Skeptis, apatis, egois, tidak peduli, resisten.
– Kuadran 3: Pada kategori ini, ada 2 jenis mahasiswa, yaitu mahasiswa E dan F.
E. Mahasiswa Pemula (P↘, K↘, S↗): memiliki pengetahuan rendah dan keterampilan rendah namun bersikap positif. Perkiraan sikap positif yang harus dimiliki adalah: Antusias, penasaran, bersemangat, mau belajar, terbuka terhadap umpan balik.
F. Mahasiswa Pemula sedang Pesimis (P↘, K↘, S↘): memiliki pengetahuan rendah, keterampilan rendah dan bersikap negatif. Perkiraan sikap negatif yang mungkin dimilikinya adalah: Putus asa, tidak yakin, tidak berani, tidak mau belajar, menyerah.
– Kuadran 4: Pada kategori ini, ada 2 jenis mahasiswa, yaitu mahasiswa G dan H.
G. Mahasiswa Tukang (P↘, K↗, S↗): memiliki pengetahuan rendah tapi keterampilan tinggi dan bersikap positif. Perkiraan sikap positif yang harus dimiliki adalah: Mahir, praktis, produktif, mandiri, kreatif.
H. Mahasiswa Juru Kunci (P↘, K↗, S↘): memiliki pengetahuan rendah tapi keterampilan tinggi namun bersikap negatif. Perkiraan sikap negatif yang mungkin dimilikinya adalah: Terbatas, tidak terbuka, tidak mau belajar, tidak kooperatif, tidak peduli.
Dengan mengetahui kategori-kategori ini, mahasiswa dapat mengevaluasi diri sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka. Mahasiswa juga dapat menetapkan tujuan dan strategi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka sesuai dengan kebutuhan dan harapan pembangunan sosial. Selain itu, mahasiswa dapat berinteraksi dan bekerja sama dengan mahasiswa lain yang memiliki kategori yang berbeda, sehingga dapat saling belajar dan mengisi kekurangan masing-masing.
Model Johari Window adalah model yang sederhana namun bermanfaat untuk mengembangkan diri sebagai mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial. Dengan menggunakan model ini, mahasiswa dapat menjadi lebih sadar, percaya diri, dan kompeten dalam bidang studinya. Mahasiswa juga dapat menjadi lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
