Bayangkan Anda sedang berada di dalam ruangan yang gelap gulita, mencari jalan keluar atau benda tertentu. Anda meraba-raba, menggunakan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya untuk menavigasi ruangan gelap itu.

Tiba-tiba, sebuah lampu menyala dan Anda dapat melihat segalanya dengan jelas. Anda melihat jalan keluar yang tidak Anda sadari sebelumnya, atau Anda menemukan benda yang telah lama Anda cari.
Insights dapat diibaratkan sebagai lampu yang tiba-tiba menyala di dalam sebuah ruangan gelap.
Dalam konteks pemecahan masalah atau pembelajaran, insights adalah momen pencerahan itu. Momen saat munculnya pemahaman mendalam, yang muncul secara tiba-tiba, memberikan solusi baru, perspektif yang berbeda, atau koneksi yang tidak terduga antara ide-ide yang sebelumnya tampak tidak terkait.
Insights itu sering kali mengubah cara kita memahami masalah atau situasi, membuka jalan bagi inovasi dan penemuan baru.
Pertanyaannya adalah: bagaimana cara mendapatkan INSIGHTS agar kita dapat melihat yang tidak dapat dilihat oleh orang lain?
1. Kenali Apa itu “Insights” dan Manfaatnya:
Kita sulit mendapatkan insights saat kita tidak mengenalinya atau tidak peduli padanya. Insights adalah wawasan mendalam yang muncul secara tiba-tiba, memberikan pemahaman baru dan berguna tentang suatu masalah atau situasi. Insights sangat penting dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan inovasi. Insights dapat menghasilkan penemuan transformatif dan solusi kreatif terhadap tantangan yang kompleks.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia menyadari bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat lebih efektif jika dikombinasikan dengan teknologi digital, seperti aplikasi mobile untuk pendidikan kesehatan.
2. Memahami Sifat Insights:
Kita juga sulit mendapatkan insights saat kita tidak memahami sifat-sifatnya. Insights sering kali muncul secara tiba-tiba dan tidak terduga, menantang pemikiran konvensional namun mengarah pada perspektif dan pemahaman baru.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia telah menyadari bahwa pendekatan partisipatif dalam proyek pembangunan lebih berhasil dibandingkan metode top-down yang biasa.
3. Kenali apa itu “Intuisi” dan Manfaatnya:
Intuisi adalah temannya insights. Intuisi kemampuan diri untuk memahami atau mengetahui sesuatu secara langsung dan mendalam, sering kali tanpa penalaran logis atau pembelajaran sebelumnya. Jangan malu saat kita berbicara logis berdasarkan intuisi. Kita perlu mengakui peran intuisi dalam proses insights, dan kita mulai belajar memercayai naluri dan firasat kita, ketika dihadapkan pada ketidakpastian atau ambiguitas.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia merasakan bahwa ada masalah komunikasi dalam kegiatan masyarakat dan langsung berinisiatif mengadakan sesi diskusi terbuka, untuk mengungkapkan akar masalah dan solusi bagi masalah komunikasi tersebut.
4. Terbuka dan Merangkul Kejutan:
Rangkullah ide-ide “gila” dan berbahagialah dengan kejutan serta kejadian tak terduga sebagai peluang untuk mendapatkan insights dan pembelajaran. Bersikaplah terbuka terhadap ide dan perspektif tidak konvensional yang menantang asumsi Anda saat ini. Hal-hal yang mengejutkan itu biasanya akan dapat menghasilkan insights.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia berdiskusi tentang topik STUNTING tetapi secara tidak sengaja justru mendengar para remaja memiliki minat tinggi pada KEWIRAUSAHAAN, sehingga membuka peluang untuk program pelatihan bisnis.
5. Berusaha Mencari Pengalaman yang Beragam:
Kita perlu melibatkan diri pada beragam pengalaman, beragam perspektif, dan beragam lingkungan untuk merangsang kreativitas dan merangsang perolehan insights. Pemikiran lintas disiplin seperti itu dapat menghasilkan koneksi dan terobosan baru. Jika pengalaman kita sangat terbatas, maka sangat sulit mendapatkan insights.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia mengikuti seminar tentang perubahan iklim dan menemukan kaitannya dengan isu migrasi, memberikan perspektif baru untuk skripsinya tentang pembangunan sosial.
6. Praktek Refleksi:
Kita perlu mengembangkan kebiasaan refleksi dan introspeksi untuk mengolah pengalaman dan pengamatan kita, demi menumbuhkan insights dan pemahaman yang lebih dalam. Saat kita reflektif menjelang tidur misalnya, maka hal-hal baru sering muncul dan mencerahkan kita tentang suatu hal.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat setelah kegiatan pemberdayaan, dia menyadari pentingnya keberlanjutan proyek dan mulai mengintegrasikan konsep-konsep pemberdayaan ke dalam perencanaan masa depan.
7. Mendorong Kolaborasi:
Menumbuhkan lingkungan yang kolaboratif dan inklusif di mana beragam perspektif dihargai dan didorong. Pemecahan masalah secara kolaboratif dapat menghasilkan insights kolektif yang melampaui keterbatasan individu.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia bekerja sama dengan mahasiswa jurusan Teknik untuk mengembangkan solusi sanitasi yang berkelanjutan untuk komunitas terpencil.
8. Belajar dari Kegagalan:
Rangkullah kegagalan sebagai kesempatan belajar dan sumber insights; kegagalan bukan untuk ditangisi. Kita perlu menganalisis kegagalan dan kemunduran untuk mengungkap penyebab mendasar dan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan dan inovasi.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat proyek pemberdayaannya gagal, tapi dia justru mendapatkan pembelajaran berharga tentang pentingnya adaptasi dan fleksibilitas dalam strategi pembangunan.
9. Tetap Ingin Tahu:
Kembangkan pola pikir ingin tahu dan ingin tahu yang lebih dalam, terus bertanya dan berupaya memperluas pengetahuan dan pemahaman Anda. Rasa ingin tahu mendorong proses munculnya insights dan mendorong penemuan-penemuan.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia terus menerus bertanya kepada penduduk lokal selama proyek lapangannya untuk mendapatkan wawasan tentang nilai-nilai dan tradisi yang membentuk dinamika komunitas yang fasilitasinya.
10. Menerapkan Insights Secara Aktif:
Bertindak berdasarkan insights dengan menerjemahkannya menjadi tindakan dan menerapkan solusi inovatif. Kita perlu berani ambil risiko yang telah diperhitungkan dan memanfaatkan insights untuk mendorong perubahan dan kemajuan positif.
Pertanyaan: apakah yang dialami mahasiswa Prodi PS UGK ini, saat dia menerapkan insights dari studi kasus internasional ke dalam proyek lokal, mengadaptasi model pembangunan yang sukses ke konteks budaya yang berbeda.
Sumber tulisan ini dimodifikasi secara bebas dari buku yang ditulis oleh Gary Klein, yang berjudul “Seeing What Others Don’t: The Remarkable Ways We Gain Insights”
